Categories
Parenting

Kewajiban dan Hak Mama Bekerja Bagian 2

Kewajiban Mama Hamil

Seperti halnya pegawai lain, mamil juga punya kewajiban, di antaranya: tetap bertanggung jawab memberikan output pekerjaan sebagaimana tugas dan tanggung jawab yang diberikan, sesuai deadline yang ditetapkan dengan kualitas yang diharapkan. Nah, agar bisa memenuhi tanggung jawab secara maksimal, mamil perlu mengetahui kondisi fisik dan psikologis dirinya, apa saja yang bisa memengaruhi performa sehari-hari. Dengan menyadari hal ini, Mama bisa melakukan antisipasi sehingga bila hal ini muncul, tidak kaget lagi dan dapat segera mencari penyelarasan/solusinya. Mintalah saran pada dokter kandungan yang merawat Mama, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh mamil di tempat kerja, sehingga bisa Mama sampaikan kepada atasan/rekan kerja. Bila perlu, minta surat keterangan dokter yang merawat.

Dengan begitu, Mama dan seluruh tim kerja ataupun atasan dapat mengantisipasi, membuat perencanaan, termasuk mencari solusi yang efektif bila muncul kondisi khusus terkait kehamilan Mama. “Yang penting, Mama perlu bersikap terbuka dan kooperatif dengan atasan, anak buah, maupun tim kerja, agar seluruh pihak dapat saling mendukung dan kewajiban kerja dapat dipenuhi,” kata Donna. Bila Mama tidak dapat memenuhi kewajiban sebagai karyawan, diskusikan bersama atasan, target mana yang realistis dan tidak realistis untuk dipenuhi selama masa kehamilan. Solusi apa yang bisa dilakukan untuk menangani hal tersebut.

Mama juga bisa menegosiasikan pekerjaan yang sulit diterap kan karena kondisi kehamilan, untuk diganti dengan tugas lain yang mungkin dilakukan selama masa kehamilan. Narasumber: Donna Turner Konsultan Karier dan Psikologi Bila ketidakmampuan Mama memenuhi kewajiban karena alasan kesehatan atau keselamatan yang cukup serius, maka Mama bisa mengajukan cuti 3 bulan melahirkan yang telah menjadi hak mamil. Dalam kondisi ekstrem, jika mamil tidak bisa meme nuhi tanggung jawab karena gangguan kesehatan yang serius, serta berdasarkan saran dari dokter, maka mamil berhak mengajukan resign. Tetap nyaman dan aman menjalani kehamilan di tempat kerja ya, Mam!

Categories
Parenting

Kewajiban dan Hak Mama Bekerja

® Hak mendapatkan kesempatan beristirahat di antara jam kerja. Bila karena kondisi kesehatannya, mamil membutuhkan jam kerja isitrahat lebih banyak, maka mintakan surat keterangan dari dokter yang merawat untuk disampaikan kepada bagian personalia/ terkait di perusahaan supaya mendapatkan dispensasi terkait jam istirahat.

® Hak mendapatkan cuti melahirkan. UU Ketenagakerjaan melindungi dan mengatur hak cuti hamil bagi setiap pekerja perempuan dengan durasi yang diakumulasi selama 3 bulan penuh. Khusus pada pegawai swasta, mamil berhak mendapatkan istirahat selama 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan, menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan. ® Hak memperoleh gaji. Dengan status sebagai karyawati tetap, maka saat mamil mengajukan dan melaksanakan cuti hamil selama 3 bulan, mamil berhak mendapatkan gaji penuh.

® Hak mendapatkan cuti keguguran. Sekiranya mamil mengalami keguguran, mamil berhak mendapat istirahat 1,5 bulan atau menurut rekomendasi/ surat keterangan yang diberikan oleh dokter kandungan atau bidan.

® Hak tidak bekerja di jam malam, bagi pekerja malam, bila membahayakan kesehatan dan keselamatan kandungan maupun diri mamil. Jadi, perusahaan dilarang keras memperkerjakan pekerja wanita hamil yang menurut keterangan dokter berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan kandungannya maupun juga untuk dirinya sendiri pada jam malam dari 23.00 sampai 07.00. “Jika perusahan tidak memberikan hak-hak tersebut, Mama bisa menyampaikan secara asertif, tegas, dan sopan sambil memperlihatkan lagi kontrak kerja yang berlaku terkait hak dan kewajiban, kepada atasan maupun pihak berwenang di perusahaan,” saran Donna.

Bila ada keterbatasan perusahaan yang tidak menyalahi peraturan dan mamil bisa memahaminya, maka diskusikan/konsultasikan solusi efektif apa lagi yang kiranya bisa mamil dapatkan. “Tapi, bila perusahaan melanggar ketentuan yang sudah diberikan oleh Undang-Undang ketenagakerjaan yang berlaku, maka perusahaan bisa mendapatkan ancaman sanksi sebagaimana sudah diatur dalam UU tersebut,” tambah Donna.

Hal yang tak kalah penting selanjutnya adalah ketika anak sudah beranjak dewasa dan membutuhkan pendidikan terutama bahasa. Tempat les bahasa Perancis di Jakarta adalah rekomendasi untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing.