Categories
News

Kejurnas Gokart di Jawa Barat

Kejurnas Gokart di Jawa Barat – Kejurnas Gokar EShark ROK Cup kembali bergulir untuk putaran ke-4 di sirkuit Sentul International Karting and Motorcycle (SIKMC), Jabar (30/6). Pada ronde ini juga digelar ROK Cup Asia dan pertama kalinya gelaran gokart di sirkuit yang baru selesai dipugar. Saat melihat kondisi aspal baru di SIKMC, para pembalap pun antusias, mereka seperti berada di sirkuit gokart luar negeri. “Seperti di Buriram (Thailand) nih persis banget. Cuma di sini lebih rata, enggak bumpy kaya di Buriram. Mungkin karena masih baru banget sih yak,” ujar Keanon Santoso dari TKM Racing. Keanon yang banyak vakum di kejurnas gokart tahun ini memang baru akhir pekan lalu kembali ke SIKMC. Ia cukup senang dengan perubahan besar di sirkuit yang RINTANGAN BARU LEBIH TRICKY Monster Road Putaran 3, Jateng KELAS 1000 Nama Point 1. Adam Faras 354 2. Ardan 336 3. Yoga 333 KELAS UNDER 1. Andre Irawan 357 2. Andy Tebox 350 3. Hendrix 347 KELAS UPPER 1. Andy Tebox 365 2. H. Silo 333 3. Reffi 323 biasa dikenal dengan Sentul Kecil itu. “Jadi kalau untuk balapan gokart sekelas Asia pun sudah layak di sini (Sentul Kecil). Kejuaraan gokart dunia kayanya sudah bisa dipertimbangkan nih, soalnya enggak jauh beda tinggal dirapikan sarana saja, sudah mirip sirkuit gokart di Eropa,” tambah Keanon.

REKOR Keanon yang sudah paham gokart Eropa dan kini sedang menetap di Jerman karena kuliah pun paham karakter sirkuit di benua biru itu. Kekurangannya di SIKMC hanya masalah run off yang sedang masa perbaikan dan paddock permanen yang lebih diperbanyak lagi. Catatan waktu di aspal baru pun meningkat tajam, untuk kelas Senior ROK rata-rata waktu satu putaran sekitar 51 detik sebelum direnovasi. “Sekarang sudah sampai 50 detik pas kualifikasi. Kalau ban sudah panas dan agak botak, justru lebih enak pakainya pas di sirkuit,” jelas Diptya Oktadewa dari tim Respon Motorsport. “Kalau pas QTT (Qualifying Time Trial) kan biasanya kencang, pas siangnya agak lambat. Nah ini terbalik. Pas sudah di pre-final, bisa lebih kencang. Kondisi ban yang sudah lebih terkikis sih jadi lebih enak bawanya di aspal baru,” sambungnya. Pembalap yang mengandalkan warna orange dan hitam untuk racing suit-nya tersebut merasa lebih SENIOR ROK 1. Prassetyo Hardja UT Racing Team 22 lap 2. Keanon Santoso TKM Racing +1,370 3. Akmal Ashibli Tanada Racing +3,070 JUNIOR ROK 1. Neo Yong Jie ESI Motorsport 20 lap 2.

Suphakit Jenjritranun AUTO INC +0,091 3. Adrian Sulaiman ASR Motorsport +4,853 hasil lomba kompetitif di kelas Senior ROK. Meskipun para pembalap yang lebih senior juga kian tajam. Misalnya Silvano Christian (ASR Motorsport) membuat rekor baru saat final Senior ROK. Silvano menembus waktu ke 49,657 detik untuk satu lapnya. Sayangnya, karena kerap kali kehilangan kendali pada gokartnya, pegokart ramah ini hanya bisa finish di posisi empat