PUTU YUNI WIDYA DNYANI GENCAR MENGENALKAN ENERGI SURYA

B ERMULA Putu Yuni Widyadnyani, 29 tahun, kemudian menjadi salah satu aktivis perempuan yang gencar mengenalkan pemanfaatan energi terbarukan kepada dari rasa takjub, masyarakat lokal. Ia bersama mentor lain dari Komunitas Kayon kini gemar mengajak anak-anak, remaja, termasuk ibu-ibu, di Desa Geluntung, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali, memanfaatkan tenaga surya dan limbah ternak (biogas). Saat itu ia masih 12 tahun diajak I Gusti Ngurah Agung Putradhyana, kini 47 tahun, pendiri komunitas tersebut, ke perkebunan untuk menikmati alam sembari belajar bahasa Inggris. Di kebun itu, Nuning—nama panggilan Putu Yuni—memetik tomat dan pepaya, sementara Agung mengeluarkan sebuah blender yang tenaga listriknya tersambung ke sebuah panel surya. Ia takjub melihat blender itu bekerja dengan baik. Jus tomat dan pepaya pun terhidang. ”Itu adalah cara pembelajaran sekaligus sosialisasi energi terbarukan yang sederhana, nyata, dan memikat,” ujar lulusan sastra Inggris Universitas Udayana yang di komunitas itu menjadi koordinator bahasa Inggris tersebut.

”Tidak efektif cara belajar seperti kuliah diterapkan di kampung.” Sejak itu, Nuning aktif terlibat memperkenalkan energi terbarukan untuk kehidupan sehari-hari. Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Geluntung itu membujuk ibuibu agar mau memasang panel surya. Komunitas ini juga membuat alat bajak listrik dan alat pertanian lain yang menggunakan tenaga surya. Mereka pun tengah membuat radio komunitas orang biasa (ROB) menggunakan solar panel yang akan mereka pakai sebagai sarana sosialisasi energi terbarukan. Semua dikerjakan secara swadaya. Komunitas ini, kata Nuning, juga berencana membuat alat potong rumput listrik tenaga surya yang bisa dipakai dinas kebersihan dan pertamanan serta pihak perhotelan.

”Energi surya tidak berisik dibandingkan dengan mesin biasa,” ujarnya. Berbagai kreativitas Komunitas Kayon itu telah dilirik oleh pemerintah daerah Tabanan. Nuning berharap Geluntung bisa menjadi desa percontohan atau desa berdikari untuk pemanfaatan energi tenaga surya. Dia pun diundang menjadi pembicara di Bali Clean Energy Forum pada Februari lalu. Ia juga diundang ikut pertukaran budaya di Perth, Australia, dan Bangkok, Thailand

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *