Categories
News

Jokowi disebut akan berpasangan dengan Mahfud Md.

JAKARTA – Dua hari menjelang penutupan masa pendaftaran pemilihan presiden 2019, Joko Widodo dan Prabowo Subianto belum juga mengumumkan bakal calon wakil presiden. Hingga kemarin, kubu kedua kandidat ini terus menggelar lobi antarpartai bakal koalisi pendukung masing-masing. Di tengah memuncaknya lobi, kubu Jokowi dan Prabowo mulai melontarkan sinyal nama calon pendamping. Kemarin, di Istana Kepresidenan, Jokowi menyatakan seseorang berinisial M bakal menjadi wakilnya. Ketika disinggung satu per satu tokoh yang selama ini santer disebut sebagai calon wakil presiden, seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud Md., dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kiai Haji Ma’ruf Amin, Jokowi hanya menjawab, “Ya, misalnya, itu kan M.” Sumber Tempo menyatakan pengalaman Mahfud sebagai anggota kabinet, legislator, dan Ketua Mahkamah Konstitusi menjadi pertimbangan utama selain latar belakangnya yang berasal dari keluarga organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama.

“Sembilan puluh persen calon wakil presiden Jokowi adalah Mahfud Md.,” katanya kemarin. Pernyataan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy menguatkan hal itu. Ia menyatakan nama calon pendamping Jokowi berawal huruf M, dan tokoh itu masuk sepuluh nama yang pernah disebut Jokowi. Romahurmuziy juga ada di antara sepuluh nama tersebut bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. Tokoh dengan inisial M lainnya juga Mulyani (Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati). “Kami serahkan kepada Pak Jokowi untuk memilih calonnya,” kata Romahurmuziy. Di kubu seberang, hingga kemarin siang, putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, mencuat sebagai calon terkuat pendamping Prabowo. Saking optimistisnya, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani bahkan menyatakan pasangan ini akan dideklarasikan hari ini. Pengurus Partai Demokrat memberikan pernyataan senada. Namun, tadi malam, rencana ini terancam berantakan.

Rencana Prabowo untuk kembali bertemu dengan Yudhoyono batal. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan, masuknya nama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai calon pendamping Prabowo menjadi penyebab. “Kami menolak kedatangannya ke Kuningan (rumah Yudhoyono),” kata Andi, yang menyebut Prabowo sebagai “jenderal kardus” dan menyatakan ada motif uang atas pecahnya kongsi ini. Ketua Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menampik ada mahar dari Sandiaga. Tudingan itu, kata dia, tak berdasar. “Sebaiknya tak ada pihak yang mengambil kesimpulan apa pun. Pembahasan koalisi masih sangat cair dan dinamis,” ujar Riza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *